10 Pemain Juventus Bawa Pulang 1 Angka dari Kandang Atalanta

10 Pemain Juventus Bawa Pulang 1 Angka dari Kandang Atalanta

Atalanta sukses menahan pergerakan kesebelasan kuat, Juventus di pertandingan lanjutan Liga Italia Serie A di hari Rabu (26/12) dalam pertandingan yang digelar di Stadio Atleti Azzuri D’Italia. Juventus tidak berhasil mendapat kemenangan sebab mesti bertanding dengan 10 pemain.

Main selaku kesebelasan favorit, Juventus tidak perlu waktu lama buat mengawali keunggulan. Pada menit ke-2, Bianconerri sukses mendapat keunggulan lewat own goal Berat Djimsiti.

Dikejutkan oleh gol cepat, Atalanta langsung mengambil insiatif menyerang demi memaksakan skor jadi imbang. Pada menit ke-24, Duvan Zapata sukses memaksakan skor jadi imbang. Pada sisa waktu fase pertama, ke 2 kesebelasan sama-sama menyerang demi mendapat keunggulan. Tapi, tidak tersedia goal lagi yang terlahir.

Pada fase ke 2, Juventus mesti berlaga dengan sepuluh penggawa usai Rodrigo Bentancur menerima kartu kuning ke 2. Beberapa saat setelah Bentancur diusir, Zapata sukses menyarangkan goal keduanya pada laga itu.

Tertinggal, Max Allegri langsung menurunkan Miralem Pjanic serta Cristiano Ronaldo buat menambah daya gedor. Alhasil, Ronaldo sukses memaksakan skor jadi imbang pada menit ke-78. Score 2-2 pun bertahan sampai sang pengadil mengakhiri laga.

Laga Timnas U-19 Indonesia Kontra Timnas U-19 Jepang Dinodai Oknum Suporter

Laga Timnas U-19 Indonesia Kontra Timnas U-19 Jepang Dinodai Oknum Suporter

Piala Asia U-19 2018 balik lagi dinodai oleh oknum pendukung yang tak bertanggung jawab dan berlangsung kala tim nasional U-19 Indonesia bertemu tim nasional U-19 Jepang.

Tim nasional U-19 Indonesia bertanding dengan tim nasional U-19 Jepang di perempat-final Piala Asia U-19 2018.

Pertandingan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), hari Minggu (28/10) malam WIB.

Laga yang dilangsungkan bertepatan bersama peringatan Hari Sumpah Pemuda ini mesti ternoda karena ulah oknum pendukung.

Dikutip BolaSport. com melalui akun Twitter Liga Indonesia, terdapat sweeping yang diperbuat kepada pendukung.

1 lelaki yang ikut menyuport timna U-19 Indonesia, jadi sasaran sweeping itu.

Nampak terdapat tanda memar pada wajah salah satu bagian mata.

Laga itu finis bersama kekalahan 0-2 tim nasional U-19 Indonesia dari tim nasional U-19 Jepang.

Pencapaian itu memupuskan asa buat menuju ke Piala Dunia U-20 2019.

Kalah dari Yordania, Pelatih Vietnam Kembali Rewel soal Indonesia

Kalah dari Yordania, Pelatih Vietnam Kembali Rewel soal Indonesia

Usai menerima kekalahan melalui Yordania, pelatih tim nasional U-19 Vietnam, Hoang Anh Tuan balik lagi menyoroti sulitnya adaptasi dengan situasi pelatihan di Indonesia yang membikin anak asuhnya sulit menunjukkan performa yang dia dambakan.

Tim nasional U-19 Vietnam diharuskan menyerah beberapa melalui tim nasional U-19 Yordania di pertandingan perdana grup C Piala Asia U-19 2018 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (19/10).

Vietnam yang sempat menang melewati Nahm Manh Dung saat laga sudah berjalan hingga menit ke-21, seharusnya ikhlas kalah melewati 2 skor Yordania yang dibuat oleh Mohammad Atieh (29′) serta gol dramatis Mohammad Al-Zu’bi pada menitke-89.

Tidak berhasil mendapat tiga angka, juru tak-tik Vietnam, Hoang Anh Tuan menyoroti situasi pelatihan pada Indonesia yang anggapannya jadi faktor anak-asuhnya tidak main baik.

“Beberapa hari lalu, stamina tim team saya amat negatif. Apabila kami mau membangun stamina, pemain-pemain mesti berlaga di dalam situasi pelatihan yang baik. Di akhir-akhir pertandingan, bintang-bintang kami seperti telah ditinggal tenaga, ” tutur Hoang Anh Tuan diberitakan BolaSport. com melalui laman Vietnam, Sport5.

Seperti diketahui pada awalnya, Hoang Anh Tuan terus rewel tentang situasi pelatihan yang tersedia di Indonesia, mulai melalui kemampuan lapangan sampai tentang makanan.

Eks Pelatih Timnas Sebut PSSI Lakukan Pemaksaan pada Klub Liga 1

Eks Pelatih Timnas Sebut PSSI Lakukan Pemaksaan pada Klub Liga 1

Bekas juru tak-tik tim nasional Putri Indonesia pada 2009, Timo Scheunemann, beberkan langkah-langkah PSSI dalam mengawal petualangan turnamen Liga satu 2018.

Nama memang Timo Scheunemann tidak asing. Di samping sudah menukangi tim nasional Putri Indonesia, dia pun sudah mengarsiteki tim-tim Indonesia.

Timo Scheunemann sudah menangani Persiba Balikpapan serta Persema Malang, serta sekarang dia lebih memutuskan berkumpul bareng keluarga.

Di dalam cuitan pada akun Twitter miliknya, juru tak-tik kelahiran Kediri ini menyampaikan gerakan federasi, terkhusus di dalam hal pembinaan umur dini.

Timo semula mengkritik perhelatan Liga satu U-16 kampanye musim 2018 yang diadakan dengan PSSI guna membina akademi tim profesional.

Di dalam cuitannya, Timo menyatakan apabila PSSI berbuat pemaksaan tim Liga satu supaya punya akademi untuk mewujudkan pembinaan yang bagus.

Apalagi pria yang punya garis keturunan Jerman ini memberikan pujian langkah PSSI sebab sikap yang dianggap cetus di dalam mengawal rencana pembinaan.

Pasalnya, apabila tim profesional yang menembus Liga satu tak membangun akademi bakal mendapat sanksi potongan duit hak siar.

Menurut dilansir pada awalnya, 18 skuat peserta Liga satu 2018 mengirim utusan akademi guna tampil dalam Liga satu U-16 musim 2018.

Sistem turnamen dibagi 3 negara yang setiap grup dihuni 6 peserta.

Di pertandingan penyisihan, tiap-tiap skuat bakal berbuat 2 kali pertandingan markas serta tandang bersama klub yang serupa.

Turnamen itu dikerjakan dengan sistem 2 kali 30 menit tiap-tiap pertandingan. Turnamen mulai digulirkan 15 September sampai 16 Desember nanti.

Indonesia Melawan Hong Kong – Mencari Komposisi Paling baik

Indonesia Melawan Hong Kong - Mencari Komposisi Paling baik

Timnas Indonesia masih berada di atas angin menyambut pertandingan melawan Hong Kong di partai friendly di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (16/10).

Tren positif ini datang usai tim nasional Indonesia menghajar Myanmar di pertandingan friendly pada Stadion Wibawa Mukti (10/10/2018).

Tidak tanggung-tanggung, tim Garuda unggul 3-0 vs Myanmar.

Pascakemenangan ini, pasukan Bima Sakti secara langsung menyasar Hong Kong menjadi rival selanjutnya.

Seperti dilansir Bima, tidak ada target yang ditetapkan di dalam pertandingan itu sebab prinsip dari pertandingan friendly merupakan memburu komposisi tim serta taktik terbaik.

“Kami telah punya kerangka kesebelasan yang bakal dimanfaatkan pada Piala AFF 2018 bulan depan, ” kata Bima pada Tabloid BOLA.

“Tetapi sejauh itu, team saya tidak dapat menegaskan siapa sajakah bintang yang masuk ke di dalam kerangka kesebelasan tersebut. Team saya masih harus menguji pemain pada pertandingan vs Hong Kong, ” jelasnya.

Pada mata Bima, dia punya beberapa opsi pemain untuk menjalani Piala AFF 2018.

Dari 22 bintang yang dipilih tim nasional, seluruhnya punya peluang yang sama buat ditunjuk jadi salah satu bagian pasukan Garuda.

Walau tak menargetkan apapun, pemain berposisi gelandang tim nasional, Bayu Pradana, meminta kesebelasannya tak loyo sepanjang melawan Hong Kong.

“Lawan siapa saja di partai friendly sesungguhnya tak berarti apa-apa. Namun, lantaran bermain di rumah sendiri, team saya tetap harus unggul, ” katanya.

Situasi lain dialami Hong Kong, yang sedang berupaya bangkit usai menerima kekalahan 0-1 dari pertandingan friendly versus Thailand di Kamis (11/10/2018).

Sama sebagaimana Indonesia, Hong Kong juga tidak menargetkan kemenangan di partai friendly ini.

Sekarang, mereka cuma sedang mencari bentuk paling baik untuk kesebelasannya.

Beban ini ada pada pundak manajer baru Hong Kong, Gary White.

Lelaki Inggris yang sejak lama menangani pada kawasan Asia itu dikontrak di tiga Agustus 2018 dengan Hong Kong dengan harapan yang tinggi.

Walau menerima kekalahan 0-1 dari Thailand pada pertandingan pertamanya, belum ada pendapat miring dari publik Hong Kong pada White.

Dia masih diyakini bisa menghantarkan Hong Kong sukses, salah satu diantaranya di dalam target besar, yaitu Piala EAFF 2019.

“Tim Hong Kong ini luar biasa. Team saya cuma butuh waktu guna meningkatkan semuanya, serta cepat menyarangkan goal. Rombongan saya bakal menimba ilmu banyak di Indonesia, ” kata White pada South China Morning Post.

White adalah juru tak-tik ditunjuk usai Hong Kong FA, Federasi Sepakbola Hong Kong, mengeliminasi 8 calon manajer.

Seperti dilansir mantan Ketua Hong Kong FA, Mark Sutcliffe, White memperoleh nilai maksimal melalui 4 panelis di dalam proses wawancara.

“White merupakan orang yang amat bagus. Ia telah mengawali segalanya dengan bagus seperti berbicara dengan kesebelasan manajer serta pemain. Aku menyaksikan program serta tak-tiknya, ia merupakan seseorang yang detail, ” kata Sutcliffe.

Tapi, White tak punya piala sepanjang berkarier di Asia.

Sepanjang menukangi Taiwan, sebelum transfer menuju Hong Kong, dia cuma sudah memenangi CTFA International Cup (turnamen domestik yang pertama kali digelar).

Real Madrid dan Barcelona Sama-Sama Ditolak Oleh Mantan Pemainnya

Real Madrid dan Barcelona Sama-Sama Ditolak Oleh Mantan Pemainnya

Barcelona serta Real Madrid mendapatkan nasib sama. Kedua kesebelasan sama-sama ditolak juru tak-tik dari kota sendiri-sendiri, Xavier Hernandez Creus (Xavi) serta Jose María Gutierrez Hernandez (Guti).

Xavi serta Guti memutuskan langkah yang serupa tentang peluang menangani tim yang membesarkan nama keduanya, yakni Barcelona serta Real Madrid.

Baik Xavi mau pun Guti mengatakan tak pada kemungkinan menangani 2 tim La Liga Spanyol ini dalam waktu dekat.

Guti menyatakan jika dia mau memusatkan perhatian pada tanggung jawan yang dia emban kini. Mantan gelandang Real Madrid ini saat ini menjabat asisten juru tak-tik tim Liga Turki, Besiktas.

Guti baru gabung awal kampanye musim ini usai pada awalnya menjabat menjadi juru tak-tik Castilla ataupun Real Madrid B.

Juru tak-tik 41 musim ini tengah di dalam proses mendapat lisensi kepelatihan profesional UEFA.

Seperti halnya Guti, mantan bintang Barcelona itu sedang melakoni proses memperoleh lisensi kepelatihan profesional UEFA.

Bekas duet Andres Iniesta itu menyatakan jika lisensi pro telah bisa dia kantongi di Mei 2019. “Tahun serang pada bulan Mei aku meminta mendapat lisensi pro UEFA, ” tutur Xavi.