Davids: Juventus Zaman Ronaldo Bukanlah yang Paling Baik

Legenda Juventus, Edgar Davids, mengaku Cristiano Ronaldo cs sekarang amat hebat. Namun, apabila mau jadi yang paling baik, maka Bianconeri mesti dapat memenangi Liga Champions.

Juventus paling akhir kali mengangkat trofi Liga Champions di tahun 1996 lalu. Semenjak kala ini mereka coba untuk mengulang pencapaian itu. Bianconeri pernah masuk partai puncak di tahun 2015 dan 2017. Tapi mereka kalah pada laga pamungkas.

Juve coba mempersolid kesebelasannya demi merebut impian mengangkat trofi Liga Champions lagi. Mereka juga selanjutnya mendaratkan Ronaldo pada jendela transfer musim panas 2018 lalu. Juve juga dinilai menjadi salah 1 kandidat jawara Liga Champions kala itu. Tapi mereka cuma bisa maju hingga menuju fase perempat-final.

Jendela transfer musim panas ini, Juve balik lagi berbenah. Mereka merekrut pemain anyar. Adrien Rabiot, Gianluigi Buffon, Aaron Ramsey, Merih Demiral dan Luca Pellegrini telah direkrut menuju Turin. Davids lantas diberi pertanyaan apakah tim Juve yang kini adalah yang paling baik sepanjang waktu. Tapi lelaki dari Belanda ini menggelengkan kepalanya.

“Apakah mereka bisa sampai laga pamungkas Liga Champions? Tak. Namun moga-moga mereka dapat melaju tahun depan, ” tutur Davids di Soccerway.

“Ini jadi obsesi untuk Juventus. Saat Kamu mau jadi yang paling baik, ini mesti jadi obsesi, ” Davids melanjutkan,

Davids sendiri bermain untuk Juventus pada (1997-2004). Dia menghantarkan Bianconeri mendapat 5 gelar jawara, 3 di antaranya Scudetto.

Mantan Bintang Barcelona Jagokan Liverpool Jawara Liga Champions

Kemenangan cemerlang Liverpool melawan Barcelona di semi-final Liga Champions kompetisi musim ini tetap amat berbekas di benak Deco Souza. Malahan mantan bintang Barca itu tanpa bimbang menjagokan The Reds memenangkan trofi kasta paling tinggi di daratan Eropa itu.

Sebagaimana yang diketahui, Liverpool dengan cara mencengangkan membalikkan kondisi menghadapi Barcelona. Menerima kekalahan 0-3 di Camp Nou, mereka berhasil mengalahkan Lionel Messi dkk di Anfield dengan score 4-0.

Kesuksesan ini juga yang dinilai Deco menjadi pemicu jawara anak didik Juergen Klopp bakal betul-betul terjadi. Terlebih menurut pendapatnya performa tim Inggris pada kompetisi musim ini jauh lebih bagus dari musim kemarin.

“Ketika kompetisi ini dibuka salah satu unggulan aku untuk jawara merupakan Liverpool sebab aku paham mereka amat kokoh dan lebih tangguh dari musim kemarin. Namun mereka bermasalah pada penyisihan grup dan lantas main mengesankan di paruh gugur, ” tutur Deco pada Omnisport, Rabu (22/5/2019).

“Tentu saja usai kekalahan 0-3 di Camp Nou tak ada yang sanggup meminta mereka dapat membalikkan kondisi tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Namun semua malah dapat dikerjakan dengan amat mengesankan. Hasil ini tak normal, ” dia menuturkan.

 

Pochettino Komentari Cedera Kane serta Alli

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, angkat bicara tentang cedera 2 bintang kuncinya, Harry Kane serta Dele Alli.

Kane terancam tidak ikut serta sampai penghujung musim. Striker tim nasional Inggris itu dihantam cedera pergelangan kaki ketika menghadapi Manchester City di leg perdana perempat-final Liga Champions, Selasa (9/4/2019).

Pochettino mengatakan jika Kane mesti melakoni pemeriksaan lebih lanjut. Ia mengaku jika terdapat kemungkinan wakil kaptennya ini dihantam cedera kambuhan.

Sebab, Kane pernah dihantam cedera serupa saat melawan Manchester United di Januari lalu. Ini adalah ke 5 kalinya ia dihantam cedera pergelangan kaki semenjak September 2016.

“Masih tersedia 5 minggu serta kami mesti memeriksanya (cedera Harry Kane), namun ini akan sukar. Ini seperti cedera ketika menghadapi United. Tapi, kami bakal punya jawaban yang jelas minggu depan sebab ia perlu menemui spesialis, ” kata Mauricio Pochettino, sebagaimana ditulis Sky Sports.

“Saat dihantam cedera yang serupa 1 sampai 3 kali, wajar apabila Kamu terus merasa mengenai cedera kambuhan. Tapi, aku ragu ini akan menjadi soal besar. Kami bakal menolong serta dengan jam terbang, kami dapat mengubahnya di waktu mendatang. Saya harap itu terakhir kali ia dihantam cedera pergelangan kaki. Aku tak merasa ini bakal jadi soal serius, ” ungkapnya.

Di samping Harry Kane, Mauricio Pochettino tak dapat menurunkan Dele Alli menghadapi Huddersfield Town di minggu ke-34 Premier League, Sabtu (13/4/2019). Ia mendapatkan keretakan tulang lengan sebelah kiri kala bertemu Man. City.

“Saya ragu (Dele Alli berlaga vs Huddersfield). Ia mendapatkan patah tangan jadi 2 bagian serta ini amat menyakitkan, ” tutur Pochettino.

“Saya sedikit lebih optimistis buat ia berlaga di leg ke 2 vs Manchester City. Tapi, kita tengok saja. Kami bakal memutuskan paling baik buat seluruh bintang, ” lanjutnya.

 

Calderon: Pemain Madrid Tolak Dilatih Mourinho Lagi

Mantan Presiden Real Madrid, Ramon Calderon, menganggap bahwa ada bintang senior didalam tim yang menolak kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu. Sebelum menunjuk Zinedine Zidane menjadi pelatih, nama Mourinho sempat naik serta akan jadi pelatih sebagai pengganti Santiago Solari.

Walau demikian, Calderon berpikir penunjukkan Zidane telah sesuai dengan kebutuhan Madrid. Dia beranggapan bahwa penunjukkan Zidane sebab Mourinho tidak disukai orang-orang dan pergi dari banyak soal ketika waktunya di ibukota Spanyol.

“Saya rasa itu opsi yang bagus. Nama yang lainnya merupakan Mourinho. Aku pikir pada hari-hari terbaru, para pemain senior menolak mungkin itu (Mourinho). Dia pergi dari banyak soal di sini, ” tutur Calderon pada Sky Sport.

Calderon sendiri tidak menyangkal jika masa lalu Mourinho yang suram kala menukangi Real Madrid cukup memengaruhi penunjukkan Zidane saat ini. “Dia amat kontroversial saat dia di sini, banyak masalah dan bahkan para penggemar terbagi. Dia manajer yang bagus, tidak dipertanyakan dan memiliki banyak piala, tapi ia punya masalah, ” kata Calderon.

“Ada beberapa, bintang, mungkin semua pemimpin ruang ganti yang tak menyukainya (Mourinho). Saya kira itu vital dalam keputusan untuk memanggil Zidane lagi. Keduanya berhasil berbuat itu serta saya kira itu mujur untuk Real Madrid. Ini pilihan yang bagus, ” tutupnya.

Cara Solskjaer Angkat Performa Romelu Lukaku

Penyerang Manchester United, Romelu Lukaku, mengatakan jika caretaker Ole Gunnar Solskjaer amat baik dalam hal komunikasi. Masukan dari sang manajer membantu bintang dari Belgia ini buat berkembang.

“Aku senang dengan Solskjaer. Ia betul-betul terbuka, amat jujur di dalam komunikasinya, serta membuatku haus gol. Jadi, tiap-tiap kali memperoleh peluang buat berlaga, saya cuma mau yang paling baik buat skuat dan membantu skuat unggul, ” tutur Romelu Lukaku pada The Daily Mirror.

United unggul 3-1 melawan Crystal Palace pada lanjutan laga Liga Premier Inggris di Selhurst Park, Kamis (28/2) dini hari WIB. Di partai ini, Lukaku menyumbang 2 skor.

Menurut Lukaku, semenjak diasuh Solskjaer, pemain-pemain Setan Merah memang amat haus hasil positif. Buktinya, United sukses mendapat 12 hasil positif di dalam 15 laga terbaru.

“Aku kira amat membantu jika ia merupakan mantan bintang. Apabila Kamu menyaksikan karierku, aku senantiasa punya penyerang yang membantuku dengan bagus. Jadi kini aku di sini bareng Solskjaer. Aku menimba ilmu banyak, dan tiap-tiap hari merupakan hari lainnya untuk menimba ilmu, hari lainnya buat berkembang dan inilah caraku menyaksikannya, ” tutur Lukaku.

Romelu Lukaku sendiri telah memperkuat United di dalam 35 laga kampanye musim ini. Bintang dari Belgia ini jua menyumbang sebelas gol serta 4 assist.

Paulo Dybala Berbicara Soal Kebebasan dan Perhatian dari Pelatih

Striker Juventus, Paulo Dybala, buka suara tentang keterkaitannya dengan manajer skuat kunci sekarang, Massimiliano Allegri.

Massimiliano Allegri pernah mendapat kecaman sebab terus mencadangkan Paulo Dybala pada kampanye musim ini. Buat Dybala, Allegri merupakan seorang yang terus jadi panutan terbesarnya di Juventus.

“Saya menimba ilmu banyak dari Allegri khususnya tentang etos kerja serta cara jadi pesepak bola profesional, ” tutur Dybala seperti dilansir dari Calciomercato.

Dybala berpikir Allegri terus menginstruksikan anak bimbingannya buat memusatkan perhatian kala latihan. Hal itu menjadikan skuat takkan lagi terkesima di kondisi apa pun di lapangan.

Lebih lanjut, Dybala jua mengatakan fungsi Allegri yang menjadikannya dapat main penuh di tiap-tiap peluang. “Pelatih terus memberikan aku kebebasan bergerak serta tempat yang aku dambakan, ” tutur Dybala.

“Kepercayaan yang aku terima amat berharga lantaran hal tersebut menjadikan aku jadi salah satu bagian dari taktik besar tim, ” kata striker dari Argentina itu.

Dybala sekarang berkesempatan buat berduet dengan superstar anyar Juventus, Cristiano Ronaldo. Kehadiran Ronaldo menjadikan Juventus sekarang semakin optimis buat menjuarai Liga Champions kampanye musim ini.